Pakai baju apa? Jas, batik, kemeja, kaos? Pikirku.
Malam itu aku diundang baca puisi di hotel berbintang oleh sebuah perusahaan.
“Pakai jas saja,” kata Oma.
Aku menggeleng. Kuambil sebuah batik warna biru. “Ini saja.”
"Pakai baju itu lagi?” tanya bunda tiba-tiba.
Aku mengangguk. Aku siap dengan pernyataan bunda berikutnya.
Kemungkinan besar bunda keberatan. Soalnya baju itu sudah terlalu sering kupakai. Pertama kali aku baca puisi di depan umum, pakai baju itu.
Waktu aku baru kelas
Dan pada beberapa acara lain, kukenakan pula baju itu
“Yakin? Nggak bosan? Tidak mau pakai baju yang lain?” tanya bunda.
Aku menggeleng. “Ini saja. Baju ini juga sudah akrab dengan teman-teman kecil,” kataku hampir berbisik.
Bunda tertawa dan mengangguk setuju. “Batiknya masih bagus dan masih muat! Alhamdulillah…”
Kami tos. Untung juga bunda tidak seperti ibu dari salah satu artis cilik yang pernah kujumpai.
Ia memaksa anaknya untuk selalu pakai baju baru. Tidak boleh pakai baju yang sudah pernah dipakai. Tahu tidak alasannya?
Katanya karena sudah pernah dilihat orang! Aduh, aneh sekali.
Malam itu aku memang pergi ke hotel berbintang. Banyak orang kaya yang datang. Tapi perusahaan itu juga mengundang teman teman kecil yang kekurangan.
Aku maju ke atas panggung dan membacakan puisi. Ketika turun, beberapa teman kecil menyebut namaku. Aku tersenyum lebar.
“Bajunya sama dengan yang dibuku,” suara seorang teman kecil yang memakai kaos.
“Eh iya ya…baju yang itu…,” kata yang lain.
Senyumku makin lebar.
Betul
Menurut kamu keren gak?Ya iya, kata aku keren banget..!Orang yang sederhana ya Mas Faiz itu!Aku sangat kagum. Mas Faiz jago bikin puisi loh!Oh iya ini kutipan dari salah satu bukunya yang berjudul "Permen-permen cinta Untukmu". Judulnya aja udah keren. Apalagi cerita yang ada dilamnya. Aku juga punya puisi ciptaan Mas Faiz. Temanya tentang adik barunya bernama Nadya. Baca ya!
Selalu ada matahari
bersamamu
meski kau lahir
dalam pelukan hujan
Di luar pelangi menari
menjulurkan tangga
kencana bagimu
disaksikan jutaan mata peri
Dimana sesungguhnya
alamatmu gadis kecil?
Jalan cinta,
jalan kebahagiaan sejatikah?
Dan doa pun berlimpah
dari semesta
bersama anggukan
kupu-kupu
Wah, keren banget!Aku seneng sama Mas Faiz! Oh,iya kalau kalian pengen baca-baca lagi karya Mas Faiz, buka ini aja: http://masfaiz.multiply.com/Udah dulu ya, friend's. Bye!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar