Welcome to my blog

Welcome .. to my blog .. :D
Perkenalkan, nama saya Dekintan Zahra Raihansyah
Umur saya 10 tahuun., saya lahir 07 agustus di bandung.
follow twitter: @Kintaaanzr , @Cilukbaakekoook , @BelieebersInd
open my tumblr: dekintaaanzr.tumblr.com

Be your self..
When u smile I smile

\yeah/

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Hhe, ayoo kunjungi blog ini! terus, terus, dan terus! komentar yaa!

Senin, 19 Juli 2010

Zzz....

Selamat datang di blog aku! Hehe,, aku mau cerita, nih, tentang pengalaman ku baru-baru ini. Tepatnya pengalaman memalukan. Baru saja kemarin, aku naik kelas. Kelas 5B. Tentu, saja kelasnya jadi dirubah. Aku dan teman-teman sekelas ku, dapat kelas yang di tempatkan paling atas. Dulu, kelas 4, aku dan kelas 4b di tempatkan di bawah, lantai 1. Banyak kenangan di sana, jadi pasti nggak bakal dilupakan lah kelas 4B itu!
Jam 12, aku shalat, dan kembali ke kelas 5B, belajar matematika, agama, lalu shalat ashar. To the point aja, ya, biar cepet. Sudah shalat ashar, kan, istirahat, nah aku jajan, deh di kantin. Terus, udah jajan, aku langsung jalan menuju tangga, lalu aku naik tangga. Jalan menuju kelas. Yey, aku salah masuk kelas! Aku malah masuk kelas 4B yang dulu!! Ya ampun!!
Apalagi, aku baru nyadar waktu aku udah duduk duluan!! Ya Allah, sumpah, aku malu pisan! Apalagi, ada adik kelas ngetawain, Zzz... malu. Terus waktu itu temen aku, adinda, salah masuk! Haha, begini kataku, "Eh, kita senasib, salah masuk kelas!". "Iya, kin, dasar, lah!" katanya. Karena terlanjur malu, udah ada guru, walikelas itu, jadinya sih kita malah salam ke guru itu. Haha. Pokoknya gila banget deh! Zzz...

Atlantis-Kerajaan yang hilang dalam 1 hari 1 malam

Atlantis, Atalantis,[1] atau Atlantika[1] (bahasa Yunani: Ἀτλαντὶς νῆσος, "pulau Atlas") adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias.[2]

Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".
Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti letusan Thera atau perang Troya, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya Helike tahun 373 SM atau gagalnya invasi Athena ke Sisilia tahun 415-413 SM.
Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama Era Klasik, namun umumnya tidak mempercayainya dan terkadang menjadikannya bahan lelucon. Kisah Atlantis kurang diketahui pada Abad Pertengahan, namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis ditemukan kembali. Deskripsi Plato menginspirasikan karya-karya penulis zaman Renaissance, seperti "New Atlantis" karya Francis Bacon. Atlantis juga mempengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah hingga buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).

Dua dialog Plato, Timaeus dan Critias, yang ditulis pada tahun 360 SM, berisi referensi pertama Atlantis. Plato tidak pernah menyelesaikan Critias karena alasan yang tidak diketahui; namun, ahli yang bernama Benjamin Jowett, dan beberapa ahli lain, berpendapat bahwa Plato awalnya merencanakan untuk membuat catatan ketiga yang berjudul Hermocrates. John V. Luce mengasumsikan bahwa Plato — setelah mendeskripsikan asal usul dunia dan manusia dalam Timaeus, dan juga komunitas sempurna Athena kuno dan keberhasilannya dalam mempertahankan diri dari serangan Atlantis dalam Critias — akan membahas strategi peradaban Helenik selama konflik mereka dengan bangsa barbar sebagai subyek diskusi dalam Hermocrates.
Empat tokoh yang muncul dalam kedua catatan tersebut adalah politikus Critias dan Hermocrates dan juga filsuf Socrates dan Timaeus, meskipun hanya Critias yang berbicara mengenai Atlantis. Walaupun semua tokoh tersebut merupakan tokoh bersejarah (hanya tiga tokoh pertama yang dibawa),[3] catatan tersebut mungkin merupakan karya fiksi Plato. Dalam karya tertulisnya, Plato menggunakan dialog Socrates untuk mendiskusikan posisi yang saling berlawanan dalam hubungan prakiraan.

Timaeus
Timaeus dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan catatan pembuatan dan struktur alam semesta dan peradaban kuno. Dalam bagian pembukaan, Socrates merenungkan mengenai komunitas yang sempurna, yang dideskripsikan dalam Republic karya Plato, dan berpikir apakah ia dan tamunya dapat mengingat sebuah cerita yang mencontohkan peradaban seperti itu.
Pada buku Timaeus, Plato berkisah:
“ Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.[4]

Timaeus
Timaeus dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan catatan pembuatan dan struktur alam semesta dan peradaban kuno. Dalam bagian pembukaan, Socrates merenungkan mengenai komunitas yang sempurna, yang dideskripsikan dalam Republic karya Plato, dan berpikir apakah ia dan tamunya dapat mengingat sebuah cerita yang mencontohkan peradaban seperti itu.
Pada buku Timaeus, Plato berkisah:

“ Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.[4]

Rahasia senyum Mona Lisa terungkap

PARIS - Siapa yang tak kenal dengan lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci? Hampir semua penggagum seni terkesima dengan rahasia dibalik senyum Mona Lisa. Nah, seorang ilmuwan asal Perancis menemukan rahasia dibalik legenda lukisan tersebut.

Menurut para ilmuwan tersebut, teknik yang digunakan oleh Da Vinci disebut Sfumato. Teknik ini memberikan garis besar, kontur dan menciptakan ilusi kedalaman dan bayangan. Para ilmuwan tersebut menemukan 30 lapisan cat pada lukisan yang dibuat oleh sang maestro.

Lapisan yang terdapat dalam cat tersebut yang berukuran kurang dari 40 mikrometer atau sekitar setengah dari ketebalan rambut manusia itu menjadi standar karyanya. Demikian yang dilansir AP, Selasa (20/7/2010).

Para ilmuwan itu melakukan penelitian dengan cara membandingkan tujuh lukisan buatan da Vinci yang tersimpan di Museum Louve di, Paris, termasuk salah satunya yang paling terkenal, yaitu Mona Lisa.

"Beberapa lapisan cat pada lukisan lain menunjukkan pelukis tersebut terkadang menggunakan glasir," terang salah satu ilmuwan.

Seperti diketahui, lukisan Mona Lisa diperkirakan dibuat pada 1503. Perempuan pada lukisan itu diduga bernama Lisa Gherardini, istri pedagang Florence Francesco del Giocondo.

Kamis, 15 Juli 2010

Tiga Tewas di Sumur Galian Sendiri

BOGOR, KOMPAS.com - Tiga warga Kampung Seula Erih, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor tewas hampir bersamaan di sumur sebuah vila di kampung mereka, Kamis (15/7/2010) pagi . Pada korban adalah Emuh (55), Usup (45), dan Dadang (37), yakni bapak, anak, dan menantu, yang membuat sumur tersebut. Ewah (30), selamat dari kecelakaan kerja tersebut.

Hasan Basri, salah seorang tokoh masyarakat kampung tersebut, yang juga masih berkerabat dengan para korban, menuturkan, sumur sedalam 12 meter tersebut dibuat lima orang sejak sebulan lalu secara borongan dengan upah Rp 150 ribu per meter. Satu orang lagi, yakni Ade, saat musibah terjadi masih di rumah.

Kalau vila ini sudah jadi sejak dua bulan lalu. Pemiliknya Pak Darsono, seorang purnawirawan jenderal tentara, yang tinggal di Jakarta. Hari ini para korban diminta untuk mendalamkan sumur tersebut oleh Budi, orang kepercayaan Pak Darsono.

"Yang mengawasi perkerjaan para korban adalah Margono dan Noldi, yang sehari-hari menjaga vila ini. Sampai sekarang pemilik vila dan Budi belum kelihatan. Kalau Margono dan Noldi, melarikan diri begitu musibah ini diketahui warga kampung," kata Hasan, Kamis siang.

Musibah terjadi sekitar pukul 09.00. Yang pertama terjebur ke sumur adalah Dadang, lalu Emuh yang semula bermaksud menolong Dadang. Melihat keduanya tercebut, Usup segera turun untuk menolong, dia pun tercebur.

Ewah yang masih di atas segera meminta bantuan warga untuk menolong ketiganya. Lalu, dengan tubuh diikat, dia diturunkan warga ke sumur. Ia berhasil meraih dan membawa Jasad Usup ke luar dari sumur. Setelah itu, dia pingsan. Warga kemduian menurunkan Udin. Namun, belum sampai meraih jasad korban lainnya, dia lemas, warga pun segera menarik kembali Udin ke atas. Udin pingsan.

"Karena dua orang yang kami turunkan pingsan, saya enggak berani lagi meminta orang turun ke sumur. Kami lalu menelepon polisi," kata Hasan.

Polisi lalu menelepon Satuan Tugas Penangulangan Bencana Alam Kabupaten Bogor. Lima orang anggota sat gas dipimpin Andri Kusnindar datang ke lokasi sekitar pukul 10.00. Sekitar pukul 13.00, kedua jasad korban di dalam sumur berhasil dievakuasi. Setelah proses identivikasi oleh aparat Polres Bogor, jasad para korban dibawa k e rumah orangtua Emuh, sekitar 400 meter dari lokasi vila.

Musibah tersebut berawal dari permintaan Budi agar para tukang gali sumur itu mendalamkan sumur tersebut. Sebab, walapun sudah ke luar air, pemilik vila khawatir ketika musim kemarau, sumur itu kering.

"Sebetulnya para korban keberatan karena mengaku hal itu akan sulit akibat air sumur sudah banyak keluar. Namun karena ongkos membuat sumur baru akan dibayar lunas kalau sumur itu diperdalam, mereka pun terpaksa melakukannya, dengan harapan upah mereka segera dibayar," kata Hasan.

Mereka lalu mendapat pinjaman mesin penyedot air. Namun, sayangnya, pipa atau selangnya kurang panjang. Sehingga, mesin itu dimasukan ke dalam sumur. Akibatnya, asap mesin itu mengendap di dalam sumur. Ketika asap itu belum seluruhnya keluar dari sumur, Dadang turun untuk memulai pekerjaan mereka mendalamkan sumur tersebut.

Kepala Polsek Babakan Madang Ajun Komisaris Ipik Kusmana mengatakan, dari keterangan sejumlah warga, dapat disimpulkan bahwa tiga orang yang tewas tersebut murni karena kelal aian dalam melaksanakan pekerjaan penggalian sumur tersebut.

"Namun, untuk pastinya, kami akan memeriksa sejumlah orang yang terlibat dalam pembuatan sumur. Saat ini, dua penggali sumur yang selamat belum dapat dimintai keterangannya karena masih sakit. Sedang, penjaga vila juga belum kami temukan, keduanya kabur. Fokus sekarang masih penanganan korban tewas," katanya.

Benarkah 'Busway' Program Gagal?

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk membangun portal di jalur busway sebagai upaya sterilisasi dianggap sebagian kalangan hanya sebagai cara untuk mencari alasan terkait memburuknya pelayanan bus transjakarta.
Ketidakpastian dan ketidaknyamanan selalu mengintai sebagai dampak headway bus transjakarta semakin molor tanpa kepastian. Faktanya, jalur-jalur busway berdasarkan pengamatan di lapangan lebih sering lengang dan tidak terpakai meski di sisi jalur khusus bus transjakarta itu dipadati kendaraan yang terjebak kemacetan.
Pemandangan kontras antara jalur busway yang kosong dan meningkatnya penderitaan warga sebagai dampak penggunaan satu jalur untuk dipakai busway tampak di mana-mana.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Taufik Hadiawan menyatakan, jalur busway seharusnya merupakan jalur kendaraan yang merupakan hak masyarakat. "Masalahnya, jalur busway itu dibuat dengan mencaplok jalan umum sehingga jalan tersita. Akibatnya, kemacetan semakin parah," katanya di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2010).
Taufik mencontohkan bahwa di banyak negara, khususnya di kota-kota besarnya, penyelenggaraan sarana transportasi publik disesuaikan dengan keadaan di negara-negara itu tanpa merampas sarana jalan umum. "Misalnya di Moskow, di sana jalur khusus kendaraan umum tidak dibangun portal apalagi dibangun separator, yang rawan mencelakakan pengendara lainnya. Kebijakan itu juga dilaksanakan di Kuala Lumpur," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DKI Maringan Pangaribuan menyatakan, ketidakpedulian pemerintah untuk membenahi angkutan umum menjadi faktor tidak teratasinya persoalan jalur busway. "Rencana pemortalan jalur busway sebenarnya selesai jika jalur busway dipakai oleh bus transjakarta karena kalau jalur busway sering kosong, maka akan mengundang banyak pengendara memasuki jalur itu, yang penting headway bus transjakarta harus baik," katanya.

Sekolah Mau Rubuh, Murid-murid Ini Resah

TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 498 murid SD Negeri Malangnengah I, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, resah karena sekolah mereka terancam rubuh akibat tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah setempat.

"Kami khawatir sewaktu-waktu rubuh, terutama ketika angin kencang dan musim hujan," kata Kepala SD Negeri Malangnengah I Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Suhermanto, Kamis (15/72010).

Suhermanto membenarkan keresahan pada murid tersebut, apalagi ada satu ruangan yang kondisinya sangat memprihatinkan. "Kami sudah mengusulkan kepada aparat Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk diperbaiki, tapi belum juga ada tanggapan," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya menyayangkan kondisi fisik bangunan sekolah yang sudah lapuk dimakan usia. Atapnya banyak yang rusak sehingga, bila turun hujan, maka anak-anak didik basah tersiram air.

Ruangannya yang beralaskan tanah membuat ruangan akan becek dan licin jika hujan turun. Tembok pun sudah rapuh dan terkelupas dimakan usia. Kondisi buruk itu juga termasuk pada plafon yang nyaris ambruk sehingga murid tidak nyaman belajar jika ada angin kencang. Jika demikian, maka para murid terpaksa keluar ruangan.

Bahkan, kata dia, kelas yang berfungsi di sekolah selama ini hanya lima ruangan. Padahal, kata Suhermanto, proses belajar-mengajar terbagi dalam 12 rombongan.

Demikian pula dari lima kelas yang tersedia, satu di antaranya bahkan tidak dapat digunakan sebagai tempat yang layak dalam proses belajar-mengajar. Untuk itu, majelis guru mengatasi hal itu dengan cara menggilir empat kelas pagi dan sore sehingga proses belajar-mengajar tetap berjalan.

"Kalau hujan lebat, sebagian murid terpaksa diliburkan karena khawatir sekolah rubuh dan menimbulkan bahaya akibat genteng terjatuh," katanya.

Sebagai informasi, sekolah tersebut berada di perbatasan Kabupaten Bogor serta lebih dekat dengan Desa Cirarap dan Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar mengatakan, pihaknya menerjunkan aparat untuk memantau kondisi sekolah. Pihaknya akan menunggu hasil pemantauan petugas dan, untuk tahun anggaran mendatang, SD Negeri I Malangnengah mendapat prioritas perbaikan.

Bintang Ini 20 Kali Lebih Besar dari Matahari

VIVAnews - Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari.

Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain.



Seperti dikutip di laman resmi NASA, Rabu 14 Juli 2010, Kraus mengungkapkan bahwa Teleskop Luar Angkasa milik NASA, Spitzer, berhasil merekam gambar suatu bintang yang dinamakan IRAS 13481-6124. Gambar dari Teleskop Spitzer itu juga didukung oleh pantauan dari stasiun teleskop di Chile.

Bintang itu berlokasi di konstelasi Centaurus, yang berjarak 10.000 tahun cahaya. Massa IRAS 20 kali lebih besar dari matahari. "Ini merupakan kali pertama benda seperti itu bisa terpantau," kata Kraus.

Melalui pencitraan Spitzer, para peneliti juga menyaksikan bahwa bintang itu dikelilingi oleh kumpulan gas dan debu sehingga menyerupai cakram. Fenomena seperti juga terjadi pada bintang-bintang yang lain. "Cakram itu sangat mirip dengan apa yang telah kami lihat pada bintang-bintang muda, yang bentuknya lebih kecil, namun tetap saja besar," kata Kraus.

Menurut dia, gambar dari Spitzer kali ini menghasilkan citra yang lebih jelas dari yang pernah diperlihatkan sehingga membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan lahirnya bintang di jagat lain.