BANYUMAS, KOMPAS.com — Sebanyak 200 desa di Indonesia dipilih oleh pemerintah untuk dijadikan desa wisata yang didanai melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Bidang Pariwisata. Hal ini disampaikan Bakri selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
"Program ini telah berjalan sejak tahun lalu (2009) sebanyak 104 desa. Tahun ini sebanyak 200 desa di 29 provinsi dan tahun depan 450 desa," kata Bakri di sela-sela peresmian sejumlah sekolah yang direnovasi oleh Yayasan Tileng Belanda (Stichting Tileng Foundation Netherland) di Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (3/7/2010).
Menurut dia, provinsi yang paling banyak dijadikan desa wisata yakni Jawa Timur dengan jumlah 24 desa. Untuk Jawa Tengah, terdapat sekitar 20 desa yang dijadikan desa wisata, salah satunya berada di Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas.
Bakri mengatakan, anggaran pengembangan desa wisata yang disalurkan melalui PNPM Mandiri Bidang Pariwisata tersebut nilainya berbeda-beda.
"Untuk Pulau Jawa Rp 65 juta-Rp 70 juta per desa, sedangkan luar Jawa Rp 80 juta-Rp 95 juta per desa," katanya.
Selain itu, kata dia, PNPM Mandiri Bidang Pariwisata hingga saat ini telah banyak dibantu oleh PNPM berasal dari kementerian lainnya.
Menurut dia, pembentukan desa wisata tersebut diharapkan dapat memberdayakan masyarakat setempat sehingga kesejahteraannya meningkat.
Kendati demikian, dia mengatakan, Kementerian Budpar tetap memberi kesempatan terhadap desa-desa lain di luar 200 desa tersebut yang ingin mengembangkan potensi pariwisatanya dengan membentuk desa wisata.
Disinggung mengenai daerah di Indonesia yang telah berhasil mengembangkan desa wisata, dia mengatakan, Provinsi Bali, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai telah berhasil karena tidak hanya mengembangkan desa wisata tapi juga desa budaya.
Pada kesempatan itu dia mencontohkan Desa Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Semula masyarakatnya sebagai pengasong dan hidup di bawah garis kemiskinan.
"Namun setelah menjadi desa wisata, desa tersebut banyak dikunjungi wisatawan dan juga sebagai pemasok bagi kepariwisataan Candi Borobudur. Masyarakatnya juga bisa berkiprah dalam usaha pariwisata di Borobudur," katanya.
Terkait pemilihan desa untuk dijadikan desa wisata, menurut dia, hal itu merupakan tanggung jawab Kepala Dinas Parwisata setempat sebelum diajukan kepada pemerintah pusat.
Dalam hal ini, kata dia, desa yang dipilih merupakan daerah yang telah dikunjungi wisatawan karena sangat menentukan keberhasilan daerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar