Metrotvnews.com, Pagaralam: Dua anggota Pramuka Kota Pagaralam dilaporkan hilang saat mendaki puncak Gunung Dempo, Rabu (30/6). Keduanya diketahui bernama Novri Kurniadi, 17, dan Fauzan, 19. Keduanya warga Talang Jawa, Kelurahan Sidorejo, Pagaralam Selatan.
Informasi di lapangan, kejadian bermula saat tiga anggota Pramuka yakni kedua korban dan Bagus Dwi Wahyudi bermaksud melakukan pendakian ke Puncak Gunung Dempo pada Minggu (26/6) pukul 14.00 WIB. Ketiganya ditemani warga Kampung Empat, Gunung Dempo, yang diketahui bernama Yuliadi.
Lantas, dengan alasan kelelahan, Bagus Dwi Wahyudi membatalkan pendakian dan memilih pulang ke rumah. Dua rekannya ditemani Yuliadi tetap melanjutkan pendakian.
Hingga kini, keduanya tidak ada kabar dan membuat cemas orang tua mereka. "Sebelumnya kami berencana ikut rombongan anggota Pramuka yang lain meninjau lokasi megalitik di Dusun Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan. Namun karena kendaraan kurang, saya dan dua korban sepakat melakukan pendakian ke puncak Gunung Dempo," ujar Bagus.
Saat berada di Kampung Empat Atas, dia berubah pikiran dengan mengurungkan niatnya melakukan pendakian. "Selain karena capek, sekarang saya juga lagi sibuk mau mengurus pindah sekolah. Jadi saya memilih pulang ke rumah," akunya.
Kini Bagus bingung dan gelisah, karena kedua temannya itu belum juga pulang. "Saya tidak enak mau bicara apa sama orang tua mereka," jelasnya.
Salimin, orang tua Fauzan, mengaku, anaknya tersebut izin pergi melihat lokasi megalitik di Dusun Bandar Jaya bersama rekan anggota Pramuka yang lain. Namun dia kaget, karena berdasarkan pengakuan rekan-rekan korban, anaknya itu tidak ikut dalam rombongan.
"Saya sudah bertanya dengan teman anak saya yang barengan berangkat. Berdasarkan informasi, anak saya ke puncak tidak bersama rombongan Pramuka yang lainnya. Saya tidak tahu kalau anak saya itu tidak jadi ke Dusun Bandar Jaya," katanya sedih. Dia berharap tidak ada kejadian buruk yang menimpa anaknya.
Terpisah, Ketua Tim SAR Kota Pagaralam Anton Umar, ketika dikonfirmasi, Rabu, mengaku tidak mendapat laporan bahwa kedua anggota Pramuka Kota Pagaralam tersebut mendaki ke Puncak Dempo dan belum pulang. "Biasanya kalau ada pendakian ke Puncak Dempo terlebih dahulu tamu harus melapor. Namun kami menyayangkan kenapa kedua anggota Pramuka itu tidak melapor. Kejadian seperti hilang inilah yang kami khawatirkan," jelasnya.
Menurut Anton, jika para tamu melapor sebelum melakukan pendakian, pihaknya dapat melihat terlebih dahulu kondisi cuaca di atas puncak. "Informasi adanya dua anggota Pramuka yang hilang tersebut sudah kita ketahui. Saat ini, kami juga sedang melakukan pelacakan posisi keduanya," katanya. (MI/ICH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar