Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota tim panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Todung Mulya Lubis menyesalkan sikap DPD RI yang ikut mengusung ide dana aspirasi. Baginya, usulan tersebut membuka ruang adanya korupsi baik di pusat maupun daerah.
"Saya kecewa DPD ikut-ikutan mendukung dana aspirasi. Buat apa sih," tanya Todung dalam diskusi bertema "Komitmen Calon Ketua KPK terhadap Pemberantasan Korupsi di Daerah" di DPD RI, Jakarta, Rabu (30/6).
Menurut Todung, sah-sah saja bila para senator ingin membagi nikmat dengan pemilihnya di daerah. Tapi usulan dana aspirasi sama saja mengobok-obok tugas eksekutif. Padahal, sudah ada pemisahan kekuasaan dengan pembagian kekuasaan. "Tapi kalau begini diobok-obok legislatif," sindir Todung.
Terkait sosok pimpinan KPK, Todung berharap pengganti Antasari Azhar nantinya memiliki tiga hal, yakni integritas, kepemimpinan dan mempunyai dukungan politik. "Tapi dukungan politik adalah kata kunci memimpin KPK," kata Todung.(Andhini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar