Metrotvnews.com, Pekalongan: Permasalahan jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah sepanjang 320 kilometer dari mulai Brebes hingga Rembang tak pernah tuntas. Setiap hari kerusakan terus terjadi di beberapa titik, demikian juga kecelakaan lalu-lintas selalu menjadi langganan.
Sebagai urat nadi perekonomian pantura menjadi perhatian dari para penguasa di Jawa sejak zaman kerajaan hingga kini. Bahkan, pemerintah kolonial Belanda telah memperhitungkan potensi ekonomi sepanjang jalur itu seperti hasil bumi yang berlimpah, perkebunan, pertanian, perikanan hingga tak heran kota-kota di pantura menjadi lading niaga yang tak pernahhabis.
Maka tidak mengherankan jika pantura menjadi titik perhatian pemerintah hingga sekarang. Apalagi, permasalahan setiap hari selalu muncul, seperti kerusakan jalur pantura yang tak kunjung terselesaikan dan selalu ada di beberapa titik. Padahal, perbaikan juga selalu dilakukan, terutama menjelang Lebaran.
Untuk mengatasi kerusakan pantura pada 2010 pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menganggarkan dana Rp1,336 triliun untuk memperbaiki jalur sepanjang 1.477 kilometer. Namun, tetap saja terasa compang-camping. Hal itu terlihat ada saja kerusakan yang yang terjadi dan pembangunan yang taak pernah tuntas.
Berdasarkan, Rabu (30/6), sepanjang jalur pantura Jawa Tengah mulai Brebes-Rembang, meskipun secara bertahap terus ditingkatkan kualitasnya dan pembangunan terus berjalan, namun kerusakan tetap saja muncul dari mulai aspal terkelupas, bergelombang, berlubang dan bahkan perbaikan yang tak kunjung selesai hingga menimbulkan dampak sosial yang terus terjadi sepanjang tahun.
Anggaran triliunan rupiah tak berarti peningkatan kualitas jalur pantura, belum genap setahun pembangunan pantura Brebes-Semarang sepanjang 160 kilometer lubang-lubang menganga sudah terlihat. Hal serupa juga terlihat pada ruas Tegal-Pemalang dan Batang-Kendal.
Selain lubang menganga jalur bergelombang juga terasa sepanjang jalan raya Batang mulai Tulis hingga Gringsing, terutama pada ruas menanjak dan menurun, menjadikan para sopir harus berhati-hati dan mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan akibat kendaraan tak terkendali.
Proyek multiyears yang dikerjakan sejak tiga tahun lalu juga tak kunjung selesai, sampai saat ini pelebaran jalan juga tak kunjung tuntas. "Beberapa kali kita protes, karena akibat pembangunan yang tak kunjung selesai selain mengakibatkan lumpur pada musim hujan, juga mengakibatkan debu hingga membuat sesak nafas," kata Muhtadi,46, warga Kaliori, Batangan, Pati.
Korban kecelakaan juga terus bergelimpangan, tidak saja disebabkan oleh ulah pengemudi yang ugal-ugalan, juga kondisi jalan. Kepala Polres Kendal Ajun Komisaris Besar Agus Suryo Nugroho mengatakan, sepanjang Januari hingga Juni 2010 tercatat terjadi kecelakaan di pantura sebanyak 176 kali dengan jumlah korban tewas sebanyak 12 orang dan 243 luka. (MI/DOR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar