Vuvuzela, terompet khas Afrika yang meramaikan setiap pertandingan di Piala Dunia 2010, terus dibicarakan. Bahkan, kehadiran vuvuzela sudah menjadi kontroversi sejak sebelum perhelatan akbar ini digelar.
Sebagian orang mengatakan bahwa suara vuvuzela sangat mengganggu suasana di stadion. Namun, sebagian lagi menganggap, tradisi lokal Afrika Selatan itu tidak boleh ditinggalkan.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan mengambil keputuan penggunaan vuvuzela menjelang pertandingan pertama Grup G di putaran final Piala Dunia. Pelatih Pantai Gading Sven-Goran Eriksson Senin kemarin mengatakan, "FIFA telah mengadakan pertemuan - kita akan tahu itu nanti," katanya.
Kebisingan vuvuzela yang ditiup ribuan penonton dalam stadion bisa mencapai 144 desibel. Tingkat kebisingan yang luar biasa karena suara jet komersial saat lepas landas hanya 140 desibel.
Kebisingan vuvuzela juga sangat mengganggu pendengaran manusia, karena tingkat suara yang aman bagi manusia normal adalah 137 desibel. Meski demikian pesta vuvuzela jalan terus.
Berikut komparasi tingkat kebisingan suara Vuvuzela:
Vuvuzela 144 dB
Tidak hanya itu, Vuvuzela sudah memakan korban!
Quote:
Korban Pertama Vuvuzela
Metrotvnews.com, Johannesburg: Yvonne Meyer (29), seorang pegawai sebuah perusahaan asuransi, tercatat sebagai korban pertama penggunaan terompet vuvuzela selama Piala Dunia 2010.
Tapi Meyer bukan korban akibat kupingnya menjadi tuli akibat terompet tersebut, namun tenggorakannya menjadi sakit setelah mencoba meniup terompet sepanjang satu meter itu. Akibatnya, Meyer pun tidak bisa berbicara dan makan selama dua hari.
"Saya tidak pernah meniup vuvuzela sebelumnya, tapi saya diberi terompet di tempat kerja. Ketika saya tiup sekuat-kuatnya, ternyata tenggorakan saya menjadi sakit," kata Meyer seperti yang dikutip Saturday Star, Sabtu (19/6).
Dokter kemudian menyuruh Meyer untuk istirahat di rumah setidaknya selama dua hari. "Saat diperiksa dokter malah tertawa dan mengatakan bahwa saya meniupnya terlalu keras sehingga merusak tenggorakan saya," katanya.
Meyer termasuk beruntung karena sakit tersebut tidak serius sehingga ia masih bisa memberikan dukungan kepada Bafana Bafana yang akan mengakhiri perjuangan di penyisihan Grup A menghadapi Prancis, Selasa (22 Juni).
Bahkan pemain Portugal, nomor punggung 7, christiano ronaldo keluhkan suara bising terompet vuvuzela!
Setelah tiga hari Piala Dunia Afrika Selatan bergulir, bunyi vuvuzela selalu ikut meramaikan suasana di hampir setiap pertandingan. Panitia lokal pun mempertimbangkan larangan vuvuzela.
Setelah striker Italia Giampaolo Pazzini yang memprotes keberadaan terompet khawa Afrika Selatan, kini giliran kapten Portugal, Criatiano Ronaldo yang keberatan dengan suara bising dari vuvuzela.
Sependapat dengan Pazzini, CR menganggap suara vuvuzela bisa merusak konsentrasi pemain di lapangan karena suara yang dikeluarkannya terlalu keras.
“Tim tak bisa melakukan apa-apa dan mengkritik vuvuzela. Tapi, Anda harus menghormati mereka,” kata winger andalan Real Madrid.
“Susahnya, banyak yang menyukai itu (vuvuzela). Orang yang menyukai vuvuzela adalah mereka yang suka instrumen dengan skuara keras dan membuat roket,” ketusnya sebagaimana disitat Telegraph, Senin (14/6/2010).
Sumber: http://sepakbola24.co.cc/piala-dunia/cristiano-ronaldo-keluhkan-suara-bising-terompet-vuvuzela.php
Sumber: http://www.mamasipenk.co.cc/2010/06/vuvuzela-sudah-memakan-korban-terompet.html#ixzz0rxmzwvLU
sumber: http://wahw33d.blogspot.com/2010/06/tingkat-kebisingan-suara-terompet.html#ixzz0rxm2OoGA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar